Training Need Analysis

“Dapatkah Anda memberikan training kepada teknisi kami? Tampaknya mereka mempunyai masalah dalam mengoperasikan mesin ini “

“Saya rasa staff saya butuh training Time Management. Mereka seringkali terlambat dalam meeting”

“Dapatkah Anda menyusun rencana pengembangan performance untuk jangka waktu 3 tahun ke depan, untuk line manager kami ?”

Mungkin Anda sering kali mendengar pernyataan-pernyataan di atas saat Anda saat bekerja, khususnya individu yang bekerja di bidang HR atau berada di divisi learning & development. Training merupakan sebuah hal esensial di tengah perubahan yang terjadi sangat cepat. Maka dari itu, merupakan hal yang sangat penting menyelenggarakan training yang  efisien dan tepat sasaran untuk mendukung performance improvement. Salah satu kunci dalam menyelenggarakan training yang tepat sasaran adalah melaksanakan Training Need Analysis (TNA).

Training Need Analysis (TNA) merupakan sebuah proses analisa untuk mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dari seseorang atau sekelompok orang yang sesuai dengan tujuan organisasi/perusahaan. Proses ini biasanya dilakukan oleh tim yang menguasai bisnis proses, proses pengumpulan data dan analisa. Training Need Analysis (TNA) dilakukan mengikuti siklus atau jadwal perencanaan organisasi/perusahaan, atau setiap ada perubahan. Perubahan ini bisa meliputi kondisi pasar, regulasi, rencana kerja, dan lainnya.

Jika saat kesimpulan dari Training Need Analysis (TNA) masalah yang muncul akan bukan terkait kompetensi atau keahalian/kemampuan, maka dalam laporan Training Need Analysis (TNA) akan merekomendasikan aktivitas yang sifatnya non-training. Misalnya, merubah proses kerja agar lebih sederhana, atau merubah instruksi kerja.

Berikut merupakan beberapa manfaat dari melakukan proses Training Need Analysis (TNA):

  • Menemukan kesenjangan (gap) antara kondisi skill dan knowledge saat ini dengan yang diharapkan. Setelah menemukan kesenjangan tersebut, maka desainer pelatihan dapat memprioritaskan serta merancang rencana program pelatihan yang tepat bagi partisipan pelatihan. Hasil dari proses Training Need Analysis (TNA) secara keseluruhan adalah sebuah training plan.
  • Mengidentifikasi jenis pelatihan yang tepat dan juga karakteristik partisipan yang sesuai dengan kebutuhan.
  • Sebagai dasar penyusunan materi pelatihan yang akan dilaksanakan .
  • Memastikan bahwa masalah-masalah yang ditemukan saat melakukan TNA, hanya bisa diselesaikan oleh pelatihan, bukan dengan metode/solusi lain.

 

Freshminds Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *