Dimensi Pembelajaran Organisasi

Pembelajaran organisasi (organizational learning) berbeda dengan pembelajaran individu (individual learning). Pembelajaran individu menghasilkan perubahan perilaku atau cara kerja pada level individu, sedangkan pembelajaran organisasi menghasilkan perubahan kerja organisasi secara keseluruhan sebagai kumpulan dari individu-individu tersebut.

Pembelajaran organisasi lebih kompleks dari sekedar penjumlahan hasil pembelajaran masing-masing individu di dalamnya.  Pembelajaran di dalam organisasi terjadi dalam tiga level : individu, kelompok, dan organisasi. Pembelajaran pada level individu melibatkan proses intuiting dan interpreting. Proses intuiting adalah proses mengenali sebuah pengetahuan atau pola, atau mengenal konsep atau paradigma.  Proses interpreting adalah kelanjutan dari proses intuiting, dimana individu memiliki pemahaman atas konsep, model atau best practice, dan memahami cara menggunakan pemahaman tersebut.

Pembelajaran pada level individu ini kemudian berlanjut ke pembelajaran kelompok yang melibatkan proses integrating. Proses integrating adalah proses yang terjadi dalam kelompok (misalnya project team atau kelompok kerja) dimana muncul kesamaan pemahaman antar individu yang kemudian diterjemahkan menjadi  kegiatan atau pekerjaan yang terkoordinasi di antara mereka.

Pembelajaran berikutnya adalan pembelajaran pada level organisasi. Pembelajaran ini melibatkan proses institutionalizing, yaitu proses dimana hasil pembelajaran dituangkan menjadi aturan, prosedur, kebijakan, infrastruktur, struktur organisasi, knowledge base, dan lain-lain.  Pengetahuan yang dimiliki organisasi, yang tersimpan dalam bentuk eksplisit tersebut,  yang akan ditransferkan secara berkesinambungan kepada individu-individu yang masuk atau berada di dalam organisasi tersebut.

Hasil pembelajaran pada level individu digunakan pada pembelajaran kelompok. Hasil pembelajaran kelompok akan digunakan pada pembelajaran organisasi. Deretan proses ini disebut Feed Forward. Sebaliknya, hasil yang diperoleh pada pembelajaran organisasi (dalam bentuk adanya sistem atau kebijakan, atau prosedur baru) , akan mendorong pembelajaran kelompok. Hasil pembelajaran kelompok juga kemudian akan mendorong pembelajaran individu. Deretan ini disebut proses Feed Back. Proses Feed Forward dan Feed Back inilah yang memastikan terjadinya koneksi di antara ketiga level pembelajaran yang dijelaskan di atas.

Jadi, di dalam pembelajaran organisasi terjadi lima hal  yaitu : pembelajaran individu (individual learning), pembelajaran kelompok (group learning), pembelajaran organisasi (organizational learning) , proses Feed Forward, dan proses Feed Back.  Ini adalah dimensi pembelajaran dalam sebuah organisasi.  Seluruh dimensi yang berjalan dengan baik akan mendorong terjadinya pembelajaran organisasi (organizational learning) yang baik.

Freshminds Indonesia

Organization Learning Capacity 1 : Fenomena Pembelajaran Organisasi

Untuk mendorong kinerja organisasi di sektor publik atau perusahaan di sektor private, kita sangat memperhatikan aspek kompetensi setiap individu. Pengembangan kompetensi  individu umumnya dilakukan melalui program pembelajaran yang terencana dan terstruktur secara sistematis.

Namun demikian, pembelajaran adalah fenomena sosial atau komunitas, bukan hanya fenomena individu. Bagaimana sebuah komunitas atau kelompok dapat mengkombinasikan pengetahuan individu menjadi pemahaman kolektif untuk menghasilkan kinerja kelompok, berbeda dengan proses pembelajaran seorang individu.

Ambil contoh permainan sepak bola. Kemenangan sebuah tim sepak bola tidak ditentukan hanya dari kemampuan masing-masing pemainnya saja, tapi ditentukan oleh pemahaman dan kemampuan kolektif seluruh pemain dalam mengkoordinasikan permainan.  Tim yang terdiri dari pemain bintang, tidak menjadi jaminan untuk menang ketika melawan tim ’kelas dua’ yang memiliki koordinasi dan kerja sama antar pemain yang jauh lebih baik.

Pembelajaran kelompok atau organisasi  berbeda dengan pembelajaran individu.

Sayangnya, proses pembelajaran tidak serta merta terjadi pada setiap kelompok. Anda tidak bisa mengumpulkan orang secara acak, memberikan kopi dan snack, dan mengharapkan mereka akan belajar sesuatu. Sebuah kelompok yang belajar atau berkembang, punya karakteristik khusus. Mereka punya tujuan yang sama, saling berkolaborasi dalam pekerjaan, dan mau saling bertukar pengetahuan. Mereka belajar lebih banyak melalui problem-solving secara kolaboratif, dan melalui pertukaran informasi satu sama lain, bukan hanya dari program pelatihan.

Oleh karena itu, organisasi harus mendorong munculnya pembelajaran organisasi, tidak lagi hanya berfokus pada pembelajaran individu.  Kapasitas organisasi untuk belajar (Organization Learning Capacity) yang semakin meningkat akan mendorong pembelajaran organisasi yang semakin efektif.

Dimensi apa saja yang berpengaruh pada Organization Learning Capacity ? Artikel selanjutnya akan membahas hal ini.

Freshminds Indonesia