Mengapa Melakukan Evaluasi Pelatihan Sangat Penting?

Pak Arbi (bukan nama sebenarnya) adalah seorang Kepala Divisi Pelatihan .  Performa divisinya selalu bagus setiap tahun. Lebih dari 90% target pelatihan selalu terpenuhi.

Suatu hari, Direktur SDM memanggil Pak Arbi. Dengan percaya diri sang kepala divisi masuk ke ruang direksi, ia yakin dipanggil untuk suatu berita baik karena ia merasa telah menjalankan tugasnya dengan baik. Dengan santai direksi mempersilahkan sang koordinator duduk, lalu kemudian direksi melontarkan pertanyaan: “Dari 10% pengeluaran kita untuk pelatihan, berapa persen keuntungan yang kita dapat dari peningkatkan kompetensi karyawan?”. Pertanyaan ini sontak membuat Pak Arbi terkejut.

Pertanyaan tersebut adalah pertanyaan yang biasa muncul dari pimpinan perusahaan. Tetapi, masih banyak Divisi Pelatihan yang kesulitan menjawabnya. Hal ini terjadi karena data yang dimiliki belum dapat menunjukkan efektivitas pelatihan. Beberapa perusahaan hanya mengumpulkan data sederhana dan sangat terbatas untuk dapat dianalisis. Beberapa lainnya bahkan tidak pernah mengumpulkan data dan menganalisisnya secara periodik. Bagi organisasi seperti ini, yang penting pelatihan terselenggara dan berjalan lancar.

Untuk menjawab pertanyaan tadi, jawabannya sederhana yaitu lakukanlah evaluasi efektivitas pelatihan. Dengan melakukan evaluasi terhadap setiap program pelatihan yang dijalankan, setidaknya perusahaan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini:

“Investasi pelatihan kami bertambah besar tiap tahun, apakah investasi tersebut memberi dampak kepada kami?”
“Kami punya banyak program pelatihan, program mana yang efektif dan layak untuk diadakan berkala? Apakah semuanya harus selalu dijalankan?”
“Apakah pelatihan yang kami selanggarakan sudah berkualitas?”
“Apakah terjadi peningkatan kompetensi karyawan kami setelah pelatihan?”
“Setelah karyawan kami ikut pelatihan, lalu tindak lanjutnya apa? Kami tidak mau pelatihan sekedar formalitas.”

Dengan melakukan evaluasi efektivitas pelatihan, perusahaan membuat program pelatihan yang lebih terintegrasi. Dan yang lebih penting, dapat diketahui secara nyata apakah pelatihan yang dilaksakan memberi dampak terhadap kinerja organisasi atau perusahaan (misal : revenue dan profit). Informasi ini akan meningkatkan peran nyata divisi pelatihan di perusahaan, yang sebelumnya hanya operasional administratif semata, menjadi peran yang lebih strategis.

Freshminds Indonesia

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *