Evaluasi Pelatihan Tidak Dilakukan, Apa Dampaknya?

Banyak pimpinan perusahaan dan divisi pelatihan meyakini bahwa evaluasi pelatihan itu penting. Tetapi menurut studi Association for Talent Development kebanyakan perusahaan hanya melakukan evaluasi reaksi peserta pelatihan (78,4 % responden), hanya sedikit yang melakukan evaluasi
dampak pelatihan terhadap bisnis perusahaan (15,4 % responden).

“Kami tahu melakukan evaluasi pelatihan sangat baik dampaknya untuk kemajuan program pelatihan dan perusahaan, namun waktu dan tenaga kami terbatas untuk melakukannya, kami pada akhirnya hanya melakukan evaluasi melihat kepuasan peserta atau bahkan kami melewatkannya karena kesibukan.” Kalimat ini adalah gambaran yang dirasakan atau dialami oleh divisi pelatihan.

Kondisi seperti di atas memang sering dialami oleh beberapa perusahaan. Padahal, evaluasi pelatihan harus dilakukan secara sistematis dan berkala. Jika evaluasi pelatihan tidak dilakukan, maka hal ini yang mungkin terjadi :

1. Investasi dana pelatihan sia-sia
Para manager operasional dan pemasaran sering mengeluhkan ini. Banyak dana, waktu dan sumber daya yang hilang untuk melaksanakan pelatihan setiap tahun. Tetapi para manager merasa tidak ada perubahan apapun yang terjadi di organisasinya. Entah itu perilaku, cara kerja, hingga kinerja timnya. Sehingga mereka merasa investasi dana pelatihan sia-sia. Divisi Pelatihan pun kesulitan menjawabnya, karena tidak memiliki data dan bukti untuk menggambarkan dampak pelatihan yang telah dijalankan pada organisasi masing-masing. Melakukan evaluasi pelatihan akan sangat membantu Divisi Pelatihan untuk menjawab tantangan ini.

2. Pelatihan yang efektif dihentikan, pelatihan yang tidak efektif terus dijalankan
Perusahaan yang memiliki banyak karyawan, tentunya melakukan banyak sekali pelatihan setiap tahunnya. Ada yang terus dijalankan, ada yang dihentikan. Salah satu hal penting dalam menentukan program pelatihan mana yang terus dijalankan atau dihentikan adalah efektifitas dari pelatihan tersebut. Selain tentunya hasil analisa kebutuhan pelatihan. Tanpa melakukan evaluasi pelatihan, sangat rentan kita melakukan kesalahan. Pelatihan yang efektif dihentikan, sedangkan pelatihan yang tidak efektif terus dijalankan.

3. Pelatihan hanya sekedar formalitas
Tidak sedikit karyawan yang merasa pelatihan hanyalah formalitas. Mereka memandang yang penting hadir di kelas. Bahkan yang lebih ekstrim, memandang pelatihan sebagai piknik atau refreshing. Karyawan yang ikut pelatihan hanya dipandang dari tingkat kehadirannya saja, tapi apakah ia mempraktikan apa yang dipelajari atau tidak, pihak perusahaan kesulitan
menilainya. Kesulitan ini muncul karena perusahaan tidak melakukan evaluasi pelatihan, sehingga tidak ada data tracking mengenai performa karyawan setelah melakukan pelatihan.

4. Kualitas pelatihan stagnan
Banyak pelatihan yang diperbaharui setiap tahunnya, tetapi alasannya sangat sederhana. “Masa pelatihannya setiap tahun hanya begitu-begitu saja”. Seolah-olah tidak ada data atau informasi untuk menjadi dasar perubahan program pelatihan. Pembaharuan atau perubahan tentunya bertujuan meningkatkan kualitas dari pelatihan. Tetapi kualitas apa yang ingin ditingkatkan? Tanpa evaluasi pelatihan, sulit menentukan kualitas pelatihan yang ingin ditingkatkan. Berbagai perubahan dan improvement dilakukan, tetapi memberi dampak nyata pada kualitas pelatihan.

Freshminds Indonesia

 

Jadwal pelatihan terdekat

  • Understanding Your Organizational Learning Capacity (17 – 19 Juli 2018)
  • Learning Needs Assessment (25 – 27 Juli 2018)
  • Learning Evaluation (14 – 16 Agustus 2018)

Informasi lebih lengkap : 0811- 8332-058 (Whatssapp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *