Behavior Engineering Model

Banyak manager diperusahaan yang yakin semua masalah perfoma seharusnya bisa diatasi oleh training. Contohnya, jika karyawan kurang semangat, maka pimpinan meminta dilaksanakan training motivasi. Tetapi sayangnya setelah dilakukan training, ternyata semangatnya hanya bertahan beberap hari saja dan tidak ada dampak perubahan kinerja yang terjadi secara signifikan.
 
Hal seperti ini, adalah hal yang sering dialami oleh Training Department atau Learning Center. Mengapa hal ini bisa terjadi? Salah satu penyebabnya adalah tidak dilakukan Training Need Analysis secara komprehensif dan mendalam. Apa sih yang menyebabkan karyawan memiliki performa yang rendah? Apakah betul semangatnya menurun? Kalo iya, apa penyebab semangatnya turun?
 
Untuk menganilsa masalah performa kita bisa menggunakan pendekatan Behavior Engineering Model yang merupakan sebuah model yang dikembangkan oleh Thomas F Gilbert pada tahun 1978 untuk memetakan hal-hal yang mempengaruhi performa individu.
Secara umum, Behavior Engineering Model dikenal juga sebagai Six Boxes model. Keenam kotak model tersebut adalah Data (expectations & feedback), Resources (or tools), Reward & punishment system (consequences & incentives), Knowledge and skill, Capacity dan Motivation.
 
Jadi saat menemunkan performa karyawan yang menurun, maka analisa penyebabnya.
  • Apakah informasi yang mereka miliki mengenai pekerjaan sudah cukup untuk mereka mencapai performa yang diharapkan? (BOX 1 – Data)
  • Apakah peralatan atau sumber daya pendukung yang tersedia, dapat digunakan untuk karyawan untuk mencapai performa yang diharapkan? (BOX 2 – Resources)
  • Apakah sistem insentif yang disediakan sudah sesuai dengan performa karyawan? (BOX 3 – Reward)
  • Apakah pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki karyawan, cukup untuk mencapai performa yang diharapkan? (BOX 4 – Knowledge)
  • Apakah kayawan mempunyai kapasitas (bakat, kemampuan fisik) untuk menampilkan performa baik dalam pekerjaannya? (BOX 5 – Capacity)
  • Apakah karyawan memiliki dorongan dari dalam dirinya untuk bekerja sesuai dengan pekerjaan dan target performa yang diberikan? (BOX 6 – Motivation)
Data, Resources dan Reward system termasuk ke dalam faktor eksternal. Sedangkan Knowledge and skill, Capacity dan Motivation merupakan faktor internal individu yang dapat mempengaruhi performa individu.

Untuk menjelaskan keenam kotak tersebut, mari kita ambil contoh profesi  seorang Dokter dalam menjelaskan kesetiap aspek tersebut.

Data Resource Reward Knowledge Capacity Motives
Prosedur/tata cara melakukan tindakan bedah terhadap pasien dan etika dalam bekerja. Alat  bedah, stetoskop, atau jarum suntik.

 

Jumlah gaji yang ia peroleh sebagai dokter di RS swasta dalam satu bulan serta pencabutan izin praktek jika ia melakukan malpraktek. Pengetahuan dan kemampuan tersebut bisa ditingkatkan melalui kegiatan training. Contohnya adalah teknik melakukan bedah terbaru. Seorang spesialis bedah umum ditempatkan untuk menangani pasien yang membutuhkan tindakan pembedahan bukan menangani pasien yang mengalami gangguan pada organ dalam. Seorang dokter tetap menunjukan performa yang maksimal karena ia memiliki dorongan untuk membantu orang lain.

 

Behavior Engineering Model ini bisa Anda gunakan dalam melakukan Need Analysis untuk masalah yang terkait performa.

Freshminds Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *